Minggu, 02 Desember 2018

Begini Cara PSK Rayakan Ulang Tahun



Setiap orang, organisasi, maupun komunitas mempunyai caranya tersendiri dalam merayakan hari ulang tahunnya. Ada yang merayakannya dengan tumpengan, doa bersama, atau yang lainnya.

Pelataran Sastra Kaliwungu atau yang kerap disingkat PSK, merayakan ulang tahunnya dengan proses kreatif yaitu dengan cara mengadakan pelatihan menulis puisi dengan mendatangkan narasumber Heri Condro Santoso atau yang akrab disapa Heri CS.

Heri CS merupakan penyair dan jurnalis yang giat bergerak dalam bidang literasi. Beberapa karyanya pernah dibukukan, salah satunya dalam antologi esai "Ramadan di Kampung Halaman" yang diinisiasi oleh Lembaga Seni dan Budaya (Lesbumi) NU Kendal.

Selain sebagi penulis, Heri CS juga merupakan pegiat komunitas yang ada di Kendal. Ia merupakan koordinator Komunitas Lereng medini Kendal. Komunitas yang bergerak dalam bidang literasi tersebut mempunyai beberapa program. Salah satunya acara tahunan yang bertajuk Kemah Sastra. Sebuah wadah diskusi literasi dengan mendatangkan penyair kelas nasional.

Acara Pelatihan Menulis Puisi yang adakan dalam rangka ulang tahun PSK ke-7 tersebut disambut baik oleh beberapa peserta. Tercatat, sebanyak 26 peserta antusias mengikuti pelatihan yang diadakan di MI NU 04 Kumpulrejo Kaliwungu pada minggu pagi, 2 Desember 2018. Tak hanya dari Kendal, beberapa mahasiswa dari Semarang pun turut hadir mengikuti pelatihan.

Presiden PSK, Bahrul Ulum Amalik, menuturkan bahwa pelatihan menulis ini sebagai ikhtiar PSK untuk terus bergerak dalam dunia literasi, khususnya di Kabupaten Kendal. "Pelatihan ini adalah salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari lahir PSK. Pelatihan ini juga sebagai ikhtiar kami dalam meningkatkan laku kreatif dalam hal sastra"

Pria yang akrab disapa Ulum tersebut juga menambahkan, dalam kiprahnya selama 7 tahun ini PSK telah mengadakan beberapa program. "PSK lahir pada tanggal 9 Desember 2011, waktu itu para pegiat sastra di Kaliwungu ini ingin ada sebuah wadah yang bisa memberikan ruang untuk bergerak dalam bidang sastra. Makanya dari obrolan satu sama lain kami sepakat membentuk Pelataran Sastra Kaliwungu. Kami mempunyai 2 sub program. Program yang sifatnya diskusi, masuk dalam sub ngopi sastra. Sedangkan yang sifatnya apresiasi sastra masuk dalam sub D'Ruang"

Dalam pelatihan, Heri CS menjelaskan beberapa kiat-kiat menulis puisi. Menurutnya salah satu hal yang paling mendasar dalam menulis entah itu puisi, esai, atau yang lain adalah SPOK. "Sebagai penulis, hendaknya kita menguasai beberapa teknik. Salah satunya yaitu bahasa dan SPOK. Bahasa adalah alat kita dalam menulis. Sama halnya seperti kuli bangunan yang mempunyai alat semacam palu untuk membangun sebuah rumah, sastrawan juga harus mempunyai alat untuk membangun sebuah tulisan". Ungkap pria yang merupakan alumni Sastra Indonesia Universitas Diponegoro Semarang tersebut.

Ia juga menambahkan, bahwa membaca puisi dari penyair lokal maupun nasional sangat membantu dalam menulis puisi. "Untuk menulis puisi, hendaknya kita membaca puisi-puisi orang lain agar kita bisa tahu gaya penyair dalam menulis puisi. Misalnya Sapardi Djoko Darmono dengan gaya puisinya yang sederhana namun sangat mengena, puisi WS Rendra yang kebanyakan menceritakan tentang kehidupan sosial, ataupun Wiji Tukul yang puisinya merupakan bentuk kritik terhadap pemerintahan".

Selain itu, Heri CS juga meminjam salah metode Ki Hajar Dewantara dalam menulis puisi. Menurut Ki Hajar Dewantara, ada metode 3N dalam menulis puisi, Niteni (membaca), Nirokke (menirukan), dan Nambahi yaitu (Menambahkan, Mengarang)


Tidak hanya sekedar materi yang disampaikan oleh narasumber, para peserta pun dituntut untuk menulis puisi pada pelatihan tersebut. Beberapa karya dari peserta diapresiasi oleh narasumber dengan diberikan buku.

Rencana puisi-puisi yang telah ditulis oleh peserta pelatihan menulis puisi yang diadakan PSK tersebut akan dibukukan.

***(CDR)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar