Kamis, 09 Agustus 2018

Jurasik #20 (Suket Teki, PST Netra, Teater Soca, dan Peduli Lombok)


Jurasik #20

Suket Teki, PST Netra, Teater Soca, dan Peduli Lombok






JURASIK #20 bertepatan pada Jumat, 10 Agustus 2018. Seperti biasa, Jurasik (Jumat Sore Asik) tetap bergulir dan tetap mendatangkan pelaku-pelaku kreatif, asik dan sedikit rumpi menarik nan menggemaskan setiap minggunya. Berbagai pelaku seni yang singgah kali ini dari komunitas pecinta alam Suket Teki, tari PST Netra, Teater Soca dan kegiatan sosial yang dilakukan kawan-kawan BKR Peduli Lombok.

Komunitas pecinta alam Suket Teki mengawali obrolan setelah dibuka oleh grup musik BKR N' Friends. Duo MC kocak (Ulin & Sambas) bentukan dari Balai Kesenian Remaja Kendal menyapa hangat para pelaku seni yang hadir. Lagu pembuka dari Banda Neira berjudul Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti menjadi pemantik semangat para hadirin sekaligus menjadi prolog obrolan mengenai alam bersama komunitas pecinta alam Suket Teki.

Ulin sebagai moderator mencoba memantik beberapa obrolan mengenai alam dan kecintaan mereka terhadapnya. "Kami disatukan melalui kesukaan yang sama, hobi sebagai pecinta alam," tegas Fakhrur Ramadhani selaku penggagas komunitas Suket Teki. Rokhim menambahkan, "berawal dari hobi naik gunung, akhirnya terbentuk komunitas Suket Teki." Obrolan semakin menarik dengan dukungan  instalasi dari panitia memasang kain perca warna-warni yang bergelantungan layaknya chain flag pada acara pesta. Ibarat pelangi ketika kain-kain perca dibenturkan dengan cahaya lampu spotlight.

Sesi tanya-jawab dilontarkan moderator kepada para pelaku seni yang hadir untuk menanggapi beberapa hal terkait Suket Teki. Menurut Tanjung alim Sucahya, "Kebanyakan pecinta alam berpikir ke hulu daripada memikirkan hilir". Hal ini ditanggapi oleh Setia Naka Andrian mengenai banyak sungai di bawah yang berpotensi untuk dijadikan laku aktivitas yang elok, misalnya 'Kali Aji Festival' atau semacamnya. "Jika dijadikan festival (sungai), warga dengan sendirinya akan sadar untuk tidak membuang sampah di sungai daripada kita gencar membuat baliho besar-besaran tentang kelestarian lingkungan khusunya sungai," tutur Setia Naka Andrian yang kerap disapa Naka.

Sesi kedua dilanjutkan oleh komunitas tari dari PST Netra. Avita sebagai penari yang mengawali diskusi, melekuk tubuhnya dengan balutan lagu India yang di eksplor dengan gerakan selendang ala PST Netra. Menurut Etika Tiara selaku ketua komunitas PST Netra, "Avita mencoba mengeksplor tarian India dengan cara dia sendiri, permainan selendang dan lekuk tubuh mendominasi tariannya. Dibubuhi beberapa gerakan tangan ala tari India". Evita sendiri mengaku baru saja bergabung dengan komunitas. Sedikit canggung dan kurang totalitas ketika perform.

Sesi ketiga, yakni komunitas teater dari SMK Negeri 4 Kendal (Teater Soca) mementaskan deklamasi puisi yang di musikalisasikan. Dua puisi yang berlatar belakang kemelutnya politik di Indonesia dibawakan dengan tepat. Suasana getir, marah dan sendu komplit melengkapi musikalisasi mereka. Angin malam yang tidak seperti biasanya menambah suasana menjadi punya ruh dalam perform mereka. Tempat di teras Balai Kesenian Remaja, lampu sorot, kain perca dan instrumen mereka sekan menjadi satu. Tepuk tangan dari para pelaku seni menambah kesuksesan mereka dalam pertunjukannya.

Kemudian setelah telinga, mata dan jiwa digetirkan oleh Teater Soca, obrolan dilanjutkan dengan kegiatan sosial yang dilakukan pelaku seni dari BKR Peduli Lombok. Budiawan sebagai pemrakarsa acara, mencoba menjelaskan bahwa kegiatan semacam ini murni dilakukan untuk saudara-saudara yang tertimpa musibah di Lombok, Nusa tenggara Barat. "Saat ini banyak saudara kita di Lombok yang kehilangan keluarga, rumah dan lainnya. TV sering menyiarkan berita duka, kitapun terketuk hatinya untuk melakukan hal yang bisa meringankan beban mereka, salahsatunya membantu penggalangan dana." Ungkap Budiawan. Kegiatan yang dilakukan dengan cara ngamen, musikalisasi puisi, jualan buku dan beberapa lukisan yang dijual, sepenuhnya untuk didonasikan. Acara diadakan sejak tanggal 7 hingga 11 agustus di seputaran alun-alun Kendal. Dadang Sjarifudin selaku panitia acara menambahkan, "Berapapun nominal yang disumbangkan, sangat berharga untuk mereka (korban bencana Lombok)." (JRSK/SBS)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar