Breaking News

Rabu, 11 Juli 2018

Jurasik #16 (Ngobrol tentang Musik, Ruang, dan Sekitarnya, Musisi Kendal Padati Gedung BKR)


Jurasik #16

Ngobrol tentang Musik, Ruang, dan Sekitarnya, Musisi Kendal Padati BKR



Jumat malam, 13 Juli 2018 menjadi malam yang panjang bagi para pegiat musik yang ada di Kendal. Pasalnya di Gedung Balai Kesenian Remaja Kendal, Jurasik (Jumat, Sore, Asik) mengadakan diskusi dengan tajuk "Musik, Ruang, dan Sekitarnya". Acara Jurasik yang ke-16 ini merupakan follow up dari kegiatan Musik Berseni-Seni yang terselenggara beberapa waktu lalu.

Pada gelaran ke-16 ini, Jurasik menghadirkan pembicara yang sudah lama malang melintang di dunia permusikan Kendal, yaitu Qyi Matricide (Musisi, Penggiat Event Musik), Adi Wibowo (Owner Studio Musik 10), Dadang Moe (Musisi, Penggiat Seni), Farid Musthofa (Owner Studio Musik Selecta), Abdullah Khanif (Musisi, Penggiat Seni) dan juga Sambas (Musisi, Penggiat Seni) sebagai moderator. Acara tersebut juga diisi oleh penampilan spesial dari Band The Gstring dan Teater Soca SMK N 4 Kendal.

Acara dimulai dengan penampilan Teater Soca Kendal. Teater asal SMK N 4 Kendal tersebut membawakan naskah berjudul "Tentang Seorang yang Membunuh Keadilan di Penjaga Konstitusi" karya Remy Sylado. Penampilan di Jurasik ini juga merupakan persiapan mereka untuk mengikuti lomba teater di Solo, 21-22 Juli 2018 besok. Usai penampilan mereka juga membuka ruang untuk berdiskusi, meminta kritik maupun saran dari hadirin yang datang.

(foto: salah satu aktor teater soca sedang memerankan tokoh pejabat yang korupsi)
Acara dilanjutkan dengan penampilan band musik asal Weleri, The Gstring. Band bergenre Folk tersebut mampu menarik perhatian hadirin yang datang dengan alunan musiknya. The Gstring juga merupakan salah satu band yang ikut serta dalam kegiatan Musik Berseni-Seni.

Setelah penampilan Teater Soca Kendal dan The Gstring, acara diskusi dimulai. Menurut salah satu Narasumber, gelaran (event) musik yang ada di Kendal beberapa tahun terakhir ini mengalami sedikit penurunan yang disebabkan oleh kurang konsistennya para musisi dan pegiat event. "Ya akhir-akhir ini di Kendal sebuah event musik sudah jarang ditemukan. Meskipun tetap ada, namun tak sesering dulu. Dulu dalam sepekan saja kita dapat menemukan beberapa event musik" Kata Qyi Matricide, salah satu pegiat event musik di Kendal yang juga musisi beraliran Metal. "Sebenarnya ini bukan salah pihak kepolisian maupun dinas terkait yang tidak memberikan ruang untuk bermusik. Namun terkadang ketika diberi izin, kita tidak konsisten menjaga kondisifitas acara. Atau ulah beberapa oknum saja yang imbasnya kepada kita semua" Imbuhnya.

(foto: narasumber menghibur penonton yang hadir di tengah-tengah diskusi)
Hal senada juga disampaikan oleh Farid Musthofa. Menurutnya, kurangnya geliat musik di Kendal ini dapat dilihat juga dari semakin sedikitnya anak sekolah yang latihan musik. "Dulu semasa saya sekolah, kegiatan musik yang ada di sekolah-sekolah masih banyak. Kalau sekarang sih sedikit mulai berkurang" Kata musisi yang juga owner Studio Musik Selecta tersebut.

Namun meski begitu, mereka berdua dan narasumber yang lain optimis bahwa dunia musik yang ada di Kendal ini akan kembali ramai seperti dulu. Apalagi melihat band-band baru yang mempunyai potensi yang bagus.

Setelah usai diskusi, The Gstring kembali menyapa hadirin dengan lagu-lagu yang dibawakanya. Begitu pula dengan BKR n' Friends yang menyanyikan beberapa lagu dari Naiff dan Anji. Seperti biasa, panggung Jurasik terbuka oleh siapa saja yang ingin menampilkan karyanya. ***(JRS/CDR)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By