Rabu, 04 Juli 2018

Jurasik #15 (Jurasik adakan Bincang-Bincang tentang Lingkungan dan Mencintai Alam)

Jurasik #15 

(Jurasik adakan Bincang-Bincang tentang Lingkungan dan Mencintai Alam)


Fenomena mendaki gunung akhir-akhir ini ramai dilakukan, khususnya oleh para pemuda. Baik kaum adam maupun hawa antusias untuk menikmati keindahan alam ciptaan Sang Khaliq tersebut. Inilah yang menjadi alasan para pegiat seni di Kendal untuk mengadakan diskusi tentang pendakian dan merawat alam pada acara Jurasik (Jumat Sore Asik), 6 Juli 2018 di Halaman Gedung Kesenian Remaja Kendal.
Jurasik yang telah berlangsung selama 15 kali tersebut mendatangkan pembicara dari Komunitas 1001 Pendaki Tanam Pohon Gunung Ungaran (1001 PTP).  "Acara Jurasik ke-15 ini sengaja kami datangkan komunitas pecinta alam sebagai narasumber untuk memantik para peserta.. Saya berharap dengan acara diskusi ini dapat membangun kesadaran siapa saja untuk terus merawat bumi ini" kata Tanjung Alim Sucahya, koordinator acara Jurasik.
Seperti biasa, acara Jurasik tak hanya diisi dengan diskusi namun juga penampilan seni bagi siapa saja yang ingin menampilkan karyanya. Pada acara Jurasik #15 itu BKR n' Friends, salah satu grup akustik yang bermarkas di gedung balai Kesenian Remaja Kendal, menyempurnakan acara diskusi dengan membawakan lagu-lagu khas kaum muda. Ditambah, lampu yang sedikit remang menambah kekhidmatan dan keromantisan pada acara Jurasik malam itu.
1001 PTP melakukan aktivitasnya di daerah Promasan, di Lereng Gunung Ungaran meski tak jarang juga mereka berkiprah di pesisir. Komunitas tersebut pertama kali dibentuk oleh seorang pegiat lingkungan yang mempunyai jiwa tulus mencintai alam. "Awal mulanya kami di bentuk oleh seorang pemersatu relawan asal Salatiga, beliau bernama Mbah Santo pada tahun 2015 yang didasari semangat melestarikan alam. Dalam kegiatannya kami juga tak hanya berfokus di Gunung, beberapa kali juga kami beraktivitas di daerah pantura Kendal". Kata Nurul Machrudin, wakil ketua Komunitas 1001 Pendaki Tanam Pohon sektor Promasan.
Dalam ikhtiarnya menjaga alam sekitar, 1001 PTP juga mengajak semua elemen untuk berpartisipasi dalam kegiatan merawat alam tersebut. Seorang pegiat alam, Must Noer, atau yang kerap disapa Demit menyampaikan bahwa PTP bahkan sudah merambah ke sekolah maupun kampus untuk mengajak siswa dan guru untuk ikut merawat alam. "Kami sudah melakukan branding ke sekolah-sekolah. Bahkan kami sudah mengusulkan agar komunitas pecinta alam harus ada pada ekstrakurikuler sekolah ataupun kampus. Namun kekhawatiran orang tua siswa masih menjadi kendala bagi kami. Yang di fikirkan orang tua adalah komunitas pecinta alam itu selalu identik dengan naik gunung. Padahal, membersihkan sampah diselokan pun merupakan kegiatan mencintai alam" katanya.
Sembari memberikan materi diskusi, 1001 PTP juga turut mengajak seluruh pegiat seni yang hadir dalam acara Jurasik untuk mencintai dan merawat alam. "Kami berharap dengan adanya diskusi tentang mencintai alam ini, para seniman yang hadir dalam acara Jurasik dapat bersama kami untuk menanam dan merawat pohon sebagai bentuk cintai kepada alam. Kami tak hanya menanam pohon, namun juga merawatnya." Kata Fajar Taufik yang merupakan anggota 1001 PTP.
1001 PTP akan melanjutkan aktivitas mencintai alamnya dengan melakukan aksi perawatan pohon yang akan digelar pada 15 Juli 2018 besok di daerah Promasan, Lereng Gunung Ungaran. Usai diskusi, para penikmat acara Jurasik kembali dimanjakan oleh lagu-lagu yang dibawakan oleh BKR n' Friends. ***(JRS/CDR)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar