Breaking News

Minggu, 24 Juni 2018

MUSIK BERSENI-SENI


Berdonasi dalam musik Berseni-Seni







Balai Kesenian Remaja (BKR) Kendal menjadi semarak dalam perhelatan Musik Berseni-Seni, pada Minggu 1 Juli 2018. Dari pagi hari sudah terlihat peralatan Musik dan Sound System yang ditata rapi di area BKR.



Pada acara tersebut beberapa pegiat bekerja sama dengan Jarak Dekat Art Production dan Komunitas Musisi Kendal (KOMIK) menampilkan setidaknya 14 band asal Kendal Diantaranya Fourmaline In Dice, Lowsaiders, Rusted Steel, Edan Permanent, Lighting Be Silent, Tanda Tanya, Forgivers, The G-string, Rock Addict, Anjing Liar, Bkr N Friends, Brother Bottle, Rotting Green dan Tikungan Tajam.




Perhelatan yang berdasar pada kegelisahan yang sama, seperti halnya dipersulitnya perizinan menyelenggarakan event musik  dengan tanpa membedakan mana event-event anggaran besar (EO) dan idealis sekalipun. Serta kegelisahan dari beberapa pelaku seni tentang minimnya wadah apresiasi bagi musisi Kendal, juga tentang antusiasnya para pegiat non-komersil di BKR sendiri.





Program yang dibalut dalam nuansa Halalbihalal tersebut diselenggarakan sebagai ajang apresiasi bagi musisi Kendal sekaligus kepedulian dan kesadaran diri mengumpulkan dana untuk menfasilitasi gedung BKR melalui donasi seihklasnya.

Di depan pintu masuk didapati sebuah kotak ala kadarnya bertuliskan "wajib donasi".
yang tidak ada paksaan tentang nominal. 




Demikian pula, didalam telah disediakan beberapa bungkus kopi yang siap diseduh dan siap menemani santapan sederhana serupa ketela rebus yang masih hangat dihidangkan di atas meja depan pintu masuk BKR.

Sekitar pukul 09.00 WIB, acara Musik Berseni-Seni dimulai hingga diistirahatkan pada pukul 11.30 WIB untuk memberi kesempatan beribadah salat duhur dan dilanjutkan kembali pukul 12.30 WIB. 

Area BKR terlihat segar dan berwarna dengan alunan-alunan musik yang dibumbui genre seperti Pop, Folk, Punk, Metal, Rock, Grunge dan lainnya secara bergantian.




Pengapnya didalam gedung yang sempit itu, tidak sekalipun menyurutkan antusias para partisipan memainkan lagu-lagu andalannya.

Tepat pukul 15.00 WIB, acara kembali diistirahatkan memberi kesempatan ibadah salat ashar dan dimulai kembali dengan menyelipkan sesi diskusi pada pukul 15.30 WIB.

"Mari kita jaga bersama-sama dan hargai para penyelenggara acara-acara semacam ini dengan tidak menimbulkan kerusuhan serta menodai keharmonisan lingkungan sekitar," tutur Qyi, salah seorang pegiat aktif dalam event Underground, sebagai narasumber dalam sesi diskusi kali itu.

Ditambahkan Qyi, "bahwasanya perhelatan serupa itu harus dipertahankan, bahkan harus bisa menjadi acara rutin yang bisa saja diselenggarakan diberbagai wilayah pelosok Kendal sekalipun secara bergantian dan berkelanjutan.

Di sisi lain pada kesempatan tersebut, segala sudut gedung nampak akrab dan harmonis. dimana partisipan, apresian dan apresiator dari berbagai genre entah tua ataupun muda duduk setara dengan kegelisahan yang sama dengan harapan yang sama pula.

"Selain mempererat persaudaraan, acara tersebut juga sebagai ajang edukasi lintas genre guna menambah refrensi bagi sesama musisi di Kendal serta menyadarkan tentang kepedulian terhadap kesenian dalam bentuk yang sederhana sekalipun," pungkas Camat, salah seorang pegiat Musik Berseni-Seni.





Hari beranjak sore, namun sama sekali tidak menyurutkan antusias para pecinta musik di Kendal, canda tawa di segala sudut mengartikan tersendiri betapa lepasnya segala keluh kesah yang ada dengan melihat dan mendengarkan alunan musik yang disuguhkan sambil meneguk segelas kopi hingga acara selesai pada pukul 17.00 WIB. *** (JD/CMT)

1 komentar:

Designed By