Jumat, 08 Juni 2018

Jurasik #6 (Ada Anak Kelas 5 SD Menyanyi di Jurasik #6)



Jurasik #6

Ada Anak Kelas 5 SD Menyanyi di Jurasik #6

JURASIK (Jumat Sore Asik) #6 kali ini menghadirkan Komunitas Musisi Kendal (Komik). Penampilan diisi oleh beberapa group band Kendal, di antaranya
Komik And The Gank, Tikungan Tajam, Necromancer, Good Morning Monster, The V-Lyz.

Kami cukup berbahagia atas penyelenggaraan event mingguan Jurasik ini. Jadi setidaknya, ada upaya dari teman-teman untuk intens menyelenggarakan acara yang disiplin. Acara yang menggugah, dan tidak sekadar selebrasi semata, karena selepas penampilan-penampilan band, juga diselenggarakan obrolan bagi para musisi, band, dan segenap khalayak yang berkesempatan hadir, tutur Farid Mustofa, salah satu pegiat Komik, selepas acara usai terselenggara di Balai Kesenian Remaja (BKR) Kendal, (274).

Ditambahkan Farid, bahwasanya Jurasik kali ini, merupakan kesempatan pertama bagi Komik untuk turut serta. Setidaknya menjadi ajang untuk mengumpulkan kembali beberapa musisi dan band, baik yang sudah lama dikenal maupun yang baru bertemu pada acara Jurasik ini.

Dalam obrolan pun telah terjaring beberapa kegelisahan dari beberapa musisi, yang ternyata segala itu sama dirasakan oleh musisi lain. Di antaranya tentang betapa jarangnya terselenggara acara musik di kota ini. Lalu juga mengenai kendala-kendala penyelenggaraan acara, ungkap Tanjung Alim Sucahya, pemegang kendali Jurasik.

Bagi Tanjung, Jurasik berupaya pula untuk menampung beberapa persoalan yang mengidap para seniman di Kendal. Paling tidak akan menjadikan sesama seniman saling mengungkapkan, merasakan segala persoalan yang ada, dan selanjutnya mencoba untuk memecahkan bersama.

Jurasik kali ini juga menampilkan penampil dadakan, dari salah seorang pengunjung. Dia bernama Bagas, seorang anak kelas 5 SD yang tidak sengaja hadir bersama bapaknya, lalu ingin tampil. Ya, sudah, kami silakan naik panggung. Kami kolaborasikan dadakan bersama gitaris lain. Ia membawakan satu lagu yang cukup populer, berjudul Ayah (Nroery Marantika), tambah Tanjung.

Bagi Bagas, penampilan kali ini merupakan penampilan pertama di mata publik. Bayangkan saja, anak seusia sangat belia itu tampil di hadapan para musisi dan seniman yang jauh lebih senior darinya. Dengan sangat lantang dan begitu percaya diri ia membidik nada-nada dari syair lagu yang dilantunkan.

Ya ini upaya kami, kenapa perlu acara santai serupa ini. Jadi tidak melulu menyuguhkan acara yang kaku. Paling tidak siapa saja bisa turut mengapresiasi, siapa saja bisa turut tampil. Kami berupaya menciptakan sosok seniman baru di kota ini. Jadi selalu kami gemborkan, bahwa jika hari ini kalian nonton, maka besok atau suatu ketika kalian harus giliran menyajikan sesuatu di panggung, atau di Jurasik ini, pungkas Tanjung.*** (JRS/SNA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar