Kamis, 07 Juni 2018

Jurasik #2 (Obrolkan Oleh-Oleh Lokakarya Manajemen Seni)



Jurasik #2

Obrolkan Oleh-Oleh Lokakarya Manajemen Seni

Jumat, 23 Maret 2018 menjadi saksi atas keteguhan penyelenggaraan aktivitas mingguan Jumat Sore Asik (Jurasik) di Balai Kesenian Remaja (BKR) Kendal. Gedung kecil yang berada di belakang GOR Bahurekso Kendal tersebut hendak digairahkan oleh segenap pegiat seni dan budaya Kendal.

Menjadi bukti, penyelenggaraan Jurasik #2 (kedua) menghadirkan salah seorang pegiat muda yang baru saja beberapa waktu lalu telah menjalani lokakarya manajemen seni di Kudus, atas program Indonesia Kaya. Dia adalah Tanjung Alim Sucahya, pegiat Titiktemu Collaboratorium yang juga aktif berproses dalam penyelenggaraan gelaran mingguan Jurasik ini.

"Upaya ini merupakan sebuah gerak kecil untuk membiasakan aktivitas berbagi, jika seorang pegiat atau seniman baru saja mengikuti sebuah lokakarya, resisdensi, atau penempaan lain, baik di luar kota atau di luar daerah. Agar setidaknya ada keinginan bagi siapa saja untuk saling peduli atas gerak kolektif dalam berkomunitas," ungkap Akhmad Sofyan Hadi, direktur artistik Jarak Dekat.

Bagi Sofyan, selanjutnya akan diupayakan pegiat lain untuk mengikuti lokakarya lain yang terselenggara. Misalnya kali itu ada tawaran mengirim peserta lokakarya, maka diajukanlah salah seorang pegiat yang dirasa mampu dan punya waktu luang untuk sepenuhnya mengikuti lokakarya tersebut.

"Ini bagi saya merupakan pengalaman yang tidak biasa. Dalam lokakarya tersebut, saya dapat mengangsu ilmu kepada para seniman maestro Indonesia terkait laku berkesenian, khususunya berkait pada sebuah manajemen seni. Paling tidak, saya semakin gambalang dan yakin, jika kelak suatu saat saya hendak membuat gelaran seni tertentu," tutur Tanjung Alim Sucahya, seorang mahasiswa Universitas Selamat Sri Kendal, yang pada tahun ini juga didaulat sebagai ketua Kendalis Seni Kendal (KSK) 2018.

Bagi Tanjung, pada Jurasik #2 ini ia berupaya membagikan apa saja yang telah ia serap dalam lokakarya tersebut. Mulai dari tahapan yang paling awal dalam perencanaan pembuatan sebuah gelaran seni. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwasanya berjejaring bagi seorang pegiat itu begitu perlu dilakukan. Dikarenakan itu yang nantinya akan menopang diri seniman dan aktivitas yang hendak dilakukan.

"Selain berjeraring, mengenal dan serawung terhadap para pegiat atau komunitas lain, baik di dalam kota atau di luar kota, seorang pegiat juga sangat perlu menempa sumber dayanya. Ya, salah satunya dengan tekun belajar, baik mengikuti pelatihan, workshop, atau lokakarya yang terselenggara. Ya, intinya mau sinau dan terus berupaya melakukan aktivitas berkesinambungan dan dapat mengevaluasi aktivitasnya tersebut dalam periode dan jangka tertentu. Segala itu semata untuk menjadi pijakan aktivitas selanjutnya," pungkas seorang pria kurus dekil tersebut.*** (JRS/SNA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar