Kamis, 28 Juni 2018

Jurasik #14 (Jurasik Datangkan 2 Wanita Pegiat Literasi di Kendal)


Jurasik #14

Jurasik Datangkan 2 Wanita Pegiat Literasi di Kendal


Literasi merupakan kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Begitulah kiranya pengertian literasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). mengingat pentingnya peran literasi dalam hidup tersebut, Jurasik di edisinya yang ke-14 membahas segala sesuatu yang berkaitan dengan literasi di Gedung Balai Kesenian Remaja Kendal, Jumat 29 Juni 2018.

Acara yang berlangsung kurang lebih 3-4 jam tersebut mendatangkan 2 Narasumber yang kebetulan keduanya seorang cewek. Tak heran dalam posternya Jurasik #14 ini mengambil tema "Laku Srikandi Kita". Mereka berdua adalah penggiat literasi yang ada di Kendal. Yaitu Sitta Saraya yang merupakan Dosen Fakultas Hukum Universitas Selamat Sri (UNISS) dan Ngarminingsih yang merupakan Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Kendal

Seperti biasa, sebelum acara diskusi dimulai para peserta yang hadir diperbolehkan menampilkan karyanya diatas panggung. Beberapa peserta menampilkan puisi untuk membuka diskusi pada malam tersebut.

Selepas pembacaan puisi tersebut acarapun dimulai dengan membahas budaya literasi yang ada di Kendal. Menurut Sitta yang juga merupakan pegiat wisata Kendal, antusiasme literasi di Kendal masih sangat rendah. "Kalau di Kendal sih masih rendah ya, Mas. Apalagi sekarang ini game online merajalela. Jadi pemuda itu lebih memilih alokasi waktunya untuk bermain game". Namun meskipun antusias literasi di Kendal rendah, Sitta tetap mempunyai harapan agar Kendal itu di kenal sebagai kota literasi"

Usai Sitta, diskusi dilanjut ke narasumber kedua yaitu Ngarminingsih atau yang kerap disapa Bu Nining. Beliau sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Sitta yaitu budaya literasi di Kendal memang masih rendah. "Memang ya mas, saya itu suka heran kenapa kok di Kendal susah sekali menumbuhkan jiwa literasi. Menurut data kami, ada 60 Taman Baca Mayarakat yang ada di Kendal. Namun ironisnya, hanya sekitar 10 yang masih aktif" terang wanita yang menjadi ketua Forum Taman Baca Masyarakat Kabupaten Kendal tersebut.

"Di Kendal sendiri ada 2 lingkup TBM yaitu TBM Mandiri dn TBM yang merupakan program dari PKBM(Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)" imbuhnya. Dalam diskusi tersebut salah satu peserta, Ermin Nur Cholis, memberikan pendapatnya soal literasi "Budaya literasi itu dimulai sejak kecil. Orang tua ataupun guru ya harus agak memaksa anak untuk membaca. Karena dimulai dari paksaan tersebut anak akan terbiasa" kata guru SMP N 1 Brangsong dan juga penulis buku yang berjudul Literasi untuk Siapa? tersebut. Para peserta lain juga memberikan saran atau usulan kepada narasumber untuk kemajuan literasi di Kendal. Salah satunya yaitu program TBM ke pada keluarga.

Selepas diskusi, seperti para peserta disuguhkan musik akustik yang dibawakan oleh BKR n' Friend untuk menghibur dan mencairkan suasana dengan lagu-lagu romantis karya Sheila on 7 dan juga Jamrud. ***(JRS/CDR)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar