Senin, 25 Juni 2018

Jurasik #13 (Momen Halalbihalal, Jurasik Dihadiri Perantau yang Kerap Keliling Dunia)



Jurasik #13


Momen Halalbihalal, Jurasik Dihadiri Perantau yang Kerap Keliling Dunia




Sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri, acara Jurasik (Jumat•Sore•Asik) kembali hadir untuk menjadi wadah diskusi kesenian bagi para seniman dan juga masyarakat umum Kabupaten Kendal. Acara jurasik yang ke-13 ini digelar di Gedung Balai Kesenian Remaja Kendal, Jumat 22 Juni 2018. Ada yang sedikit berbeda dengan Jurasik Edisi Lebaran kali ini. Karena Jurasik menghadirkan narasumber kelahiran Kendal yang telah lama merantau di pulau NTB dan BALI, yaitu Paox Iben dan Arifian Soegito.

Rintik hujan yang cukup deras sempat membasahi kota Kendal malam itu, namun rupanya tak menyurutkan antusiasme masyarakat Kendal yang haus akan ilmu seni. Sekitar pukul 19.30 WIB Jurasik dimulai. Seperti biasa, sebelum dan sesudah diskusi Jurasik diiringi oleh musik akustik dan beberapa penampilan lain karena panggung Jurasik terbuka oleh umum. Peserta diskusi bebas menampilkan karyanya dihadapan umum.

Setelah beberapa karya ditampilkan, akhirnya acara diskusi dimulai. Diskusi dimulai dari narasumber Arifian Soegito, seniman asal Kendal yang merantau ke Bali. "Saya lahir dan besar di Kendal dan sempat juga berkarya bersama teman-teman Teater Semut Kendal sebelum akhirnya saya memutuskan untuk merantau ke pulau sebelah" kata Arif. Meskipun begitu ia tak semata-mata lupa pada daerah yang telah membesarkannya. Jiwa kesenian tetap hidup pada jiwanya. Terbukti, ia menjadi salah satu pelopor terbentuknya Sanggar Kejeling yang berada di Desa Sidomulyo Kecamatan Cepiring. "Saya itu orang Kendal dan teman-teman saya banyam yang seniman. Saya merasa berdosa jika saya meninggalkan dunia kesenian hanya karena saya sudah tidak di Kendal lagi. Sempat berdiskusi dengan teman dan akhirnya saya mengusulkan untuk membuat suatu wadah yang dapat menampung bakat seni warga, khususnya anak dan remaja di Kendal, alhamdulillah sekarang sudah terbentuk" imbuhnya.



Setelah mengulas tentang Arifian Soegito, diskusi dilanjutkan ke narasumber yang ke-2 yaitu Paox Iben. Pria yang bernama asli Ahmad Ibnu Wibowo ini adalah orang asli Kendal yang merantau ke Pulau NTB. Selain ia seorang penulis novel, ia juga seorang penjelajah sosial-budaya. Paox Iben telah mengelilingi Indonesia dan 5 negara Timur Tengah menggunakan sepeda motor pada tahun 2016 silam dan tahun ini rencana akan kembali menjelajah mengelilingi dunia. "Alhamdulillah pada beberapa tahun lalu saya telah mengelilingi Indonesia. Hampir semua daerah saya kunjungi kecuali Papua. Karena saat itu Papua masih terkendala dengan jalur darat karena saya menggunakan motor dalam perjalanan ini. Tahun ini insyaallah saya akan mengelilingi 33 negara di dunia" kata Pria berambut gimbal ini.

Ditanya soal apa yang harus dilakukan oleh para penggiat seni di Kendal ini, Iben menjawab bahwa seni haruslah dinamis mengikuti perkembangan zaman. "Seni dan Budaya merupakan suatu hal yanh terus berkaitan. Makanya, seni haruslah diselaraskan dengan budaya yang ada. Selain itu, seni juga harus melihat potensi daerah. Jangan sampai seni kalah dengan industri". Selain itu Iben juga berpesan kepada para pelaku seni di Kendal bahwa orientasi seni tidak selalu kepada materil. "Janganlah kita takut miskin karena seni. Justru jika kita itu berani miskin karena berkesenian, itu luar biasa".

Diskusi yang berlangsung hampir 4 jam tersebut benar-benar menjadi sumber ilmu bagi para seniman dan warga Kendal. Banyak pelajaran yang didapatkan dari orang Kendal yang telah banyak berpengalaman di dunia seni dan budaya bahkan sampai keliling dunia. Acara Jurasik rencana akan terus digelar setiap hari Jumat sore di Gedung Kesenian Remaja Kendal.*** (JRS/CDR)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar