Breaking News

Jumat, 08 Juni 2018

Jurasik #12 (Bincang Oleh-Oleh Temu Penyair Asia Tenggara 2018)



Jurasik #12

Bincang Oleh-oleh Temu Penyair Asia Tenggara

Malam yang penuh kesenian. Mungkin kata-kata itulah yang cocok untuk menggambarkan suasana di Gedung Balai Kesenian Remaja Kendal malam ini, Jumat 8 Juni 2018.

Jurasik #12 ini diawali dengan perform musik dari band akustik Paradoks berkolaborasi dengan Gamelan Tempa. Menyanyikan lagu Sugih Tanpa Bandha karangan Sujiwo Tejo, penampilan Paradoks dan Gamelan Tempa seakan menegaskan suasana kesenian dalam gedung BKR Kendal malam ini. Setelah itu, beberapa peserta juga ikut berpartisipasi dengan membacakan puisi. Seperti biasa, panggung Jurasik tidak hanya dikhususkan untuk narasumber, namun juga membuka kesempatan bagi seluruh penonton yang hadir untuk menampilkan karyanya. Malam ini juga begitu spesial karena Jurasik kedatangan tamu dari Kedubes RI, beliau adalah Hesan yang juga membawakan sebuah puisi berjudul Diplomasi Kopi di Jurasik ini.

Setelah penampilan band akustik dan puisi selesai, dilanjut acara inti yaitu diskusi Bincang oleh-oleh Temu Penyair Asia Tenggara dengan Setia Naka Andiran sebagai narasumber. Naka, panggilan akrabnya, telah banyak menorehkan karya-karyanya dalam hal literasi khususnya puisi. Selain rajin menciptakan puisi, beliau juga seorang penulis buku. Sebut saja buku yang berhasil mendapatkan penghargaan Acarya Sastra 2017 dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Kemendikbud RI yaitu buku yang berjudul Remang-Remang Kontemplasi.

Baru-baru ini, Naka menjadi salah satu peserta Temu Penyair Asia Tenggara di Padang Panjang. Acara tersebut diikuti oleh berbagai negara yang ada di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Brunei, Singapore, dll. Seperti tak mau ilmu dan pengalamannya bertemu dengan penyair Asia Tenggara berhenti di dirinya saja, Naka coba membagikan oleh-oleh ilmunya di Jurasik ini, sekaligus menjadi narasumber. Dalam diskusi, Naka menceritakan pengalamannya selama mengikuti acara Temu Penyair Asia Tenggara tersebut. Ini adalah acara dimana penyair yang ada di Asia Tenggara dipertemukan. Acara ini berlangsung di Padang Panjang bulan Mei 2018 lalu. Untuk bisa ikut serta dalam acara ini peserta harus mengirimkan sebuah puisi tentang kota tersebut yang kemudian di seleksi.

Selain membagikan ilmu dan pengalamannya, Naka juga turut memotivasi para peserta Jurasik untuk terus berkarya. Marilah terus berkarya, apalagi yang akan kita tinggalkan kepada anak cucu kita selain karya-karya kita Kita bisa mati, namun karya yang telah kita buat akan terus hidup. Kata pemuda yang juga salah satu penggiat seni di Kabupaten Kendal ini.

Setelah berbincang dengan Setia Naka Andrian, acara dilanjutkan dengan penampilan band akustik Bella Laluby dan juga Namex Irfan. Acara jurasik akan terus diselenggarakan setiap hari jumat di Gedung Balai Kesenian Remaja Kendal.*** (JRS/CDR)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By