Breaking News

Selasa, 13 November 2018

Jurasik #26 (Sanggar Lontong Opor dan Musik Punk Rock asal Boja Meriahkan Jurasik)


Jurasik #26

Sanggar Lontong Opor dan Musik Punk Rock asal Boja Meriahkan Jurasik




Sanggar Longtong Opor (SLOP) dan band beraliran  Punk Rock Alternatif asal Boja yanng bernamakan Lowsaider Boja PunkRock dihadirkan dalam Jurasik edisi 26 yang diselenggarakan di Balai Kesenian Remaja Kendal, jumat 21 September 2018.

Acara jurasik ke-26 ini dimulai dengan penampilan Lowsaider Boja PunkRock. Mereka membawakan lagu ciptaan mereka sendiri yang berjudul Suara Kami. Setelah itu dilanjutkan dengan sharing session dengan Sanggar Lontong Opor dan Lowsaider Boja Punk Rock.
Lowsider Boja Punk Rock merupakan komunitas band punk rock alternatif asal Boja. Band dengan beranggotakan Heru Hermawan (Vocal+Guitar), Ficki (Bass), dan Winkan (Drum) ini telah merilis 5 lagu. “Sejak terbentuk pada 26 Desember 2017 lalu, kami sudah rilis 5 lagu yaitu Suara Kami, Boja Punk Rock, Kausa, Goresan Mimpi, Tresnomu As” kata Heru Hermawan, Vokalis Lowsider Boja Punk Rock.

Setelah Lowsider Boja Punk Rock selesasi, dilanjut sesi berikutnya yaitu Sanggar Lontong Opor yang merupakan komunitas seni rupa yang ada di Kendal. Komunitas ini merupakan metamorfosa dari Kendal Sketcher(KS). “KS dibentuk awal 2012 setelah proses perkenalan dari perupa ketika momen pameran Seni Adalah Senjata pada Desember 2011. Sampe pada akhirnya Idul Fitri 2017 kami merubah nama komunitas menjadi SLOP seperti sekarang ini”. Kata Dante Abdul Muis, Ketua SLOP.

Perihal nama. Dante menambahkan bahwa momen idul fitri mempunyai andil besar atas pergantian nama komunitas ini. “Kami merubah nama komunitas bertepatan dengan momen idul fitri. Maka dari itu kami namai Sanggar Lontong Opor, karena Idul Fitri identik dengan Lontong Opor hehe..”. Dalam kirahnya, SLOP beberapa mengadakan kegiatan berkaitan dengan seni rupa. Diantaranya yaitu Pameran Kelompok dan Wokshop Seni Cukil.
Acara Jurasik malam itu ditutup oleh penampilan kembali dari Lowsider Boja Punk Rock. (JRS/CDR)

Read more ...

Jurasik #22 (Buku Puisi Tuna Asmara Segera Diterbitkan)

Jurasik #22

Buku Puisi Tuna Asmara Akan Segera Diterbitkan



Jarak Dekat Media, salah satu media yang dinaungi oleh Jarak Dekat Art
Production, sebentar lagi akan menerbitkan sebuah buku antologi puisi yang
bertajuk "Tuna Asmara". Buku tersebut merupakan kumpulan puisi dari
beberapa pengamat, pelaku, maupun pemerhati kaum Tuna Asmara, atau yang
akrab disebut Jomblo. Sebelum terbit, rencana penerbitan Buku Antologi
Puisi ini dibahas dalam forum Jurasik (Jumat Sore Asik) pada Jumat, 24
Agustus 2018 mulai pukul 19.30 WIB sampai selesai di Balai Kesenian Remaja
Kendal (BKR). Selain membahas tentang rencana penerbitan buku, Jurasik kali
ini juga menampilkan beberapa karya yaitu musikalisasi puisi, gamelan, dan
tembang macapat.


Buku Tuna Asmara pertama kali diinisiasi oleh salah seorang peserta Jumat
Sore Asik (Jurasik) yang kerap menyebut orang yang belum mempunyai pasangan
sebagai Tuna Asmara. "Ya awalnya sih ini dari bercandaan anak-anak di
Jurasik. Tapi setelah seseorang mengusulkan bercandaan itu menjadi sebuah
buku, akhirnya kami tim Jarak Dekat Media meresponnya dengan membuat Buku
Antologi puisi Tuna Asmara". kata salah seorang koordinator Jarak Dekat
Media, Chadori Ichsan.

Buku terbitan Jarak Dekat Media tersebut rencana akan dilaunching pada awal
bulan November namun sistem Pre-Order dari buku tersebut telah dibuka.
"Rencana kami akan launching kalau tidak Oktober akhir, ya November awal
lah, semoga saja bisa cepat. Buku bisa dipesan lewat saya di wa
08979112799" tambah Chadori.

Jarak Dekat Art Production sebagai badan yang menaungi Jarak Dekat Media
berharap buku ini akan menjadi langkah awal untuk terus berlaku kreatif
dalam hal penulisan. Ia juga berharap hal ini dapat lebih meningkatkan
kualitas dan kuantitas para penulisnya.***(JRS/CDR)

Read more ...

Senin, 12 November 2018

Jurasik #21 (Bincang bersama Kendal Aksara dan Pshyco Iron)


Jurasik #21

Bincang bersama Kendal Aksara dan Pshyco Iron




Pekan kali ini tanggal 17 Agustus 2018 bertepatan dengan Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73, Jurasik(Jumat, Sore, Asik) kembali hadir menyapa para hadirin yang ada di Halaman Balai Kesenian Remaja(BKR) Kendal. Kali ini Jurasik menampilkan Komunitas Pshyco Iron dan Komunitas Kendal Aksara.

Ada yang berbeda dengan Jurasik kali ini. Bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan RI, sebelum acara sharing session Jurasik dimulai, para hadirin terlebih dahulu menyanyikan lagu-lagu kemerdekaan. Hal tersebut merupakan bentuk rasa nasionalisme para pegiat seni yang saat itu datang ke Jurasik. Setelah menyanyikan lagu kemerdekaan, dilanjut dengan sharing session.

Sharing session dimulai dengan Komunitas Kendal Aksara. Kendal Aksara merupakan komunitas seni rupa yang terbentuk sejak Februari 2017. “Kami terbentuk sudah setahun lebih. Tepatnya Februari 2017. Awalnya ya terbentuk atas kegelisahan yang sama yakni belum adanya wadah bagi seniman yang berfokus di Hand Lettering”. Kata Rifqi, Ketua Kendal Akara.

Pria yang akrab disapa Bajuri tersebut juga menyampaikan bahwa dalam kiprahnya Kendal Aksara sudah beberapa kali mengadakan kegiatan. “Sama seperti komunitas lain kami juga beberapa kali mengadakan acara, Mas. Diantaranya Sharing Session, Mural, dan Workshop”. Tambahnya.

Selain Kendal Aksara, Narasumber yang dihadirkan dalam Jurasik #21 yaitu Pshyco Iron, Komunitas Motor Custom Kendal. Pshyco Iron terbenuk dari obrolan beberapa orang di media sosial Facebook tentang motor custom. “Awalnya kita sering ngobrol motor custom di grup Facebook, Mas. Kemudian kami mengadakan kopdar di salah satu kedai kopi untuk mempertemukan region Kendal dan Kaliwungu”. Kata Zinda Muzaki, salah satu anggota Pshyco Iron.

Zinda juga menjelaskan mengapa komunitas tersebut diberi nama Pshyco Iron dan tipe-tipe motor custom apa saja yang digelutinya. “Saat kopdar tersebut kita sepakati memakai nama Pshyco Iron yang artinya penggila besi atau penggila modif motor custom. Ada beberapa tipe custom diantaranya Choper, Boober, Tracker, Scrambler, Caferacer, Japstyle, Trail Tua”. Imbuhnya.

Selain sharing session, Pshyco Iron juga menampilkan display motor customnya di Jurasik. (JRS/SBS)



Read more ...

Jurasik #31 (Tukang Kebun Obrolkan Buku di Jurasik)


Jurasik #31

Tukang Kebun Obrolkan Buku di Jurasik



“Orang boleh pandai setinggi langit. Namun selama ia tak menulis, maka ia akan akan hilang di masyarakat dan dari sejarah” kira-kira seperti itulah kata Pramoedya Ananta Toer.

Choeru Somad, tukang kebun yang bekerja di SMA N 2 Kendal, baru-baru ini telah menerbitkan sebuah buku yang berjudul “Sekolahku Tempat Wisataku”. Buku yang menceritakan segala sesuatu tentang sekolah yang menjadi tempat kerjanya tersebut dilaunching saat acara Jurasik yang ke-30 yang digelar pada .

“Bagi saya ini hal yang luar biasa. Seorang tukang kebun yang tugasnya mengurusi kebersihan sekolahnya, namun selain itu Mas Choeru Somad ini juga mampu menerbitkan sebuah buku. Maka dari itu beliau kami undang ke Jurasik”. Kata koordinator Jurasik, Tanjung Alim Sucahya.

Ada hal menarik yang mungkin mampu menginspirasi para pegiat sastra atau tulisan. Berbeda dengan penulis kebanyakan yang selalu identik dengan alat menulis semacam laptop, Choeru Somad mengawali proses menulisnya melalui tulisan manual di kertas HVS.
“Saya mengawali menulis buku itu pada bulan Mei, Mas. Awalnya saya menulis manual di kertas HVS. Karena saya kan tidak punya laptop/komputer. Tapi hal semacam itu  bagi saya tidak begitu masalah”. Ungkap Choru Somad.

Semangat Choeru Somad patut ditiru oleh para seniman dan masyarakat. Meski menulis bukanlah pekerjaan utamanya sebagai Tukang Kebun, namun kini ia berhasil menerbitkan sebuah buku.

Ditanya soal apa motivasinya membuat buku, ia menyampaikan bahwa Tukang Kebun bisa lebih dari sekedar bersih-bersih lingkungan. “saya membuat buku itu karena saya tidak mau menjadi Tukang Kebun yang hanya sekedar Tukang Kebun. Saya ingin membuktikan bahwa Tukang Kebun bisa lebih dari sekadar bersih-bersih”. Terang Tukang Kebun SMA N 2 Kendal tersebut.

Dalam akhir sesi, ia berharap semangatnya menulis mampu ditiru oleh masyarakat khususnya pegiat sastra di Kabupaten Kendal (JRS/CDR)



Read more ...

Jurasik #30 (Jurasik Jawara baca puisi tampil di Jurasik)

Jurasik #30

Jawara Baca Puisi Tampil di Jurasik



Muhammad Sulkhan dan Tri Setyaningsih, jawara baca puisi asal Kendal tampil di Jurasik (Jumat, Sore, Asik) yang dilaksanakan pada 19 Oktober 2018 di Balai Kesenian Remaja(BKR) Kendal. Keduanya baru saja dinobatkan sebagai juara I dan II dalam ajang lomba baca puisi online umum tingkat Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Semarang.

“Kendal punya bakat yang bagus dalam hal puisi, baik penulis maupun pembacanya. Untuk penulis kita tahu Mas Setia Naka Andrian yang baru saja meraih penghargaan dari Litera. Kali ini kita datangkan pembaca puisi yang juga baru saja mendapat juara”. Kata Tanjung Alim Sucahya, koordinator acara Jurasik.

Muhammad Sulkhan, yang baru saja mendapat juara I lomba baca puisi online tersebut mulai menekuni puisi sejak duduk di kelas 3 Sekolah Dasar. “Pertama kali saya baca puisi itu pas SD mas kelas 3. Dulu saya disuruh ikut lomba baca puisi sejak SD dan sering menang juga alhamdulillah”. Kata Sulkhan, yang juga baru saja mendapat juara 2 lomba baca sajak Bambang Sadono Kota Tegal. Beberapa prestasi membaca puisi telah ditorehkan oleh Sulkhan. Salah satunya adalah Juara 1 FLS2N Kabupaten Kendal 2012.

Berbeda dengan Sulkhan, Tri Setyaningsih yang baru saja menjadi juara II Lomba Baca Puisi Online, bercerita tentang pengalamannya mengikuti lomba baca puisi tersebut. “Saya membuat video baca puisi sore setelah pulang kuliah dan hanya 1 kali take saja. Setelah sore itu langsung saya edit, dan langsung saya share ke Youtube”. Kata Tri.

Selain berbagi pengalaman tentang puisi, Sulkhan dan Tri juga menunjukkan kebolehannya membacakan puisi dihadapan hadirin Jurasik. (JRS/CDR)




Read more ...

Kamis, 08 November 2018

Jurasik #27 (Jurasik Adakan Diskusi Tentang Sulap)


Jurasik #27


Jurasik Adakan Diskusi Tentang Sulap



Jurasik (Jumat Sore Asik) yang digelar di Balai Kesenian Remaja Kendal (BKR) menghadirkan salah satu komunitas sulap yang ada di Kendal untuk menjadi narasumber pada episodenya yang ke-27. Komunitas tersebut adalah Indonesian Brotherhood of Mentalist (Mindonesia) Chapter Kendal. Acara yang digelar pada jumat (28/9) tersebut dimulai sejak pukul 19.30 wib sampai tengah malam.
Selain komunitas sulap, band akustik yang bermukim di Gedung BKR, BKR n’ Friends, juga turut memeriahkan acara Jurasik tersebut.

Tanjung Alim Sucahya, selaku koordinator Jurasik mengatakan bahwa keputusannya menghadirkan komunitas sulap yaitu untuk memberikan pengetahuan tentang sulap kepada peserta Jurasik.
“Kami ingin memberikan hal yang baru untuk Jurasik. Sebagian temen-temen di BKR ini kan masih agak awam soal sulap, maka dari itu kami undang komunitas Indonesian Brotherhood of Mentalist ini.” Tutur Tanjung.

Seperti biasa, acara Jurasik dimulai oleh penampilan dari BKR n’ Friends dengan membawakan lagu-lagu romantisnya. Setelah BKR, dilanjut dengan acara inti yaitu Sharing Session.
MIndonesia terbilang komunitas yang masih baru. Pasalnya, komunitas sulap yang beraliran mentalism ini baru terbentuk pada 6 Agustus 2018. “Sebagai komunitas sulap, kami masih terbilang baru, Mas. Awalnya kami hanya beranggotakan 3 orang saja. Karena dalam seleksi masuk komunitas ini kami terbilang cukup ketat” kata Zulfa Fahmy selaku pembina MIndonesia.

Fahmy juga menjelaskan mengapa komunitas ini terbentuk. Menurutnya hal yang melatarbelakangi terbentuknya komunita ini adalah masih jarangnya komunitas yang beraliran mentalist. “Kami membuat komunitas ini karena aliran mentalis masih jarang yang mempelajarinya. Kebanyakan pesulap beraliran ilusi dan manipulasi”. Tambahnya.

Dengan adanya narasumber dari komunitas sulap ini Jurasik berharap seni alternatif pertunjukan semacan mentalist ini akan lebih dikenal masyarakat, khususnya para seniman dan pelaku komunitas.

Setelah sharing session, Jurasik kembali ditutup oleh penampilan BKR n’ Friends dan beberapa peserta yang ingin menunjukan karyanya. (JRS/CDR)


Read more ...

Minggu, 04 November 2018

Jurasik #29 (Bincang-Bincang Workshop dan Manajemen Seni Rupa)


Jurasik #29

 Bincang-Bincang Workshop dan Manajemen Seni Rupa




Jumat 12 Oktober 2018 pada pukul 19.30 WIB, Jurasik kembali hadir menyapa para pelaku maupun penikmat kesenian yang ada di Kendal. Acara Jurasik yang ke-29 tersebut bertempat di Halaman Gedung Balai Kesenian Remaja(BKR) Kendal.

Malam itu mungkin menjadi malam yang panjang bagi pelaku ataupun penikmat seni rupa yang ada di Kendal, pasalnya Jurasik kali ini membahas tentang seni rupa dengan tajuk "Bincang-Bincang Workhsop dan Manajemen Seni Rupa". Narasumber dari acara tersebut yaitu Alexander el Malik, Nazril Ilyas Assegaf, Ali Achmad Murtadho, Lutfi Choirul Anam, dan Dicky Aditya yang baru saja mengikuti workshop manajemen seni rupa yang diadakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah dan Biennale Jawa tengah di Hotel Horison pada 10-11 Oktober 2018.

Salah satu dari kelima narasumber tersebut, Alexander El Malik, menyebutkan bahwa dalam seni rupa tidak hanya sekedar melukis lalu selesai, tapi ada tahap lain yang harus ditempuh seorang pelaku seni rupa. "Untuk menghasilkan karya yang baik, pelaku seni rupa harus melalui tahapan analisis situasi terlebih dahulu supaya mendapatkan gambar yang bagus. Namun pelaku seni rupa terkadang melupakanya" kata mahasiswa jurusan Manajemen UDINUS tersebut.

Senafas dengan Malik, Nazril Ilyas Assegaf juga menyoroti manajemen dalam seni rupa. "Dewasa ini kita sebagai pelaku seni rupa harus memperhatikan manejemennya mas. Tidak melulu melukis kemudian tak ada tindak lanjut" kata pria yang kerap disapa Ilyas tersebut.

Selain membahas segala tentang seni rupa, malam itu Jurasik juga menampilkan perform musik dari BKR n' Friends. Kehadiran mereka membuat suasana pada malam itu menjadi lebih menarik. (JRS/CDR)


Read more ...
Designed By